Cacing Tanah, Lumbricus Rubellus yang Serba Bisa
Cacing Tanah termasuk dalam hewan avertebrata, artinya tidak memiliki
tulang belakang (ya jelas lah, mana ada cacing yang punya tulang
belakang, kaku dong.. ^_^). Banyak spesies yang ada di muka bumi, dan
salah satunya yang kita bahas dan kami sediakan di kabarmandalika.blogspot.com
adalah jenis Lumbricus rubellus.
Cacing lumbricus, begitu masyarakat menyebutnya, telah banyak
dibudidayakan oleh peternak-peternak Indonesia. Kenapa memilih
Lumbricus? Karena Lumbricus memiliki banyak keistimewaan, serba bisa
gitu lah. Baik dari pakannya yang serba mau, tempat hidupnya yang serba
bisa, pemeliharaannya yang serba mudah dan kegunaannya yang serba
bermanfaat.
Pakan Lumbricus
Lumbricus dan semua cacing adalah golongan pengurai atau istilah
kerennya Detrivor, jadi dia bisa mengurai segala jenis bahan-bahan
organik. Jadi tidak perlu repot dengan yang mahal dan sulit
mendapatkannya, cukup dengan sampah organik yang ada di sekitar kita,
bisa untuk pakan si Lumbri (panggilan keren dari istri saya untuk
lumbricus). Daun-daunan, sisa sayuran, sampah dapur, kertas, buah-buahan
yang ga kemakan, kulit pisang, kotoran ternak ruminansia dan
monogastrik, dan semua yang kita tidak makan, bisa kita kasihkan ke si
lumbri. Tentu saja semua harus dalam kondisi basah/lembab. Jadi harus
dipikirkan cara supaya sampah-sampah tersebut tetep lembab, dan amatilah
cacing akan suka sekali memakannya. Sebagian besar peternak memberi
makan dengan ampas tahu, itu bisa juga dan bagus, tapi ingat ampas tahu
itu sudah jadi makanan favorit juga untuk kambing, sapi dan kuda,
sehingga dipastikan akan berebut dengan peternak lan, dan berdasar hukum
penawaran dan permintaan ilmu ekonomi, jika penawaran rendah dan
permintaan tinggi maka harga akan naik. Yah begitulah, sudah jadi hukum
kewajaran.. :-p
Tempat Hidup
Tempat hidup atau istilahnya Media pemeliharaan lumbricus juga cukup
mudah dan murah. Peternak lumbricus mempunyai kegemaran yang
berbeda-beda, ada yang menggunakan kompos kotoran sapi, ada yang onggok
aren, sekam, serbuk gergaji (jawa=grajen), kulit pohon pisang, jerami
dan lain-lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan
aplikasinya bisa dicampur atau dipilih salah satu media saja. Intinya
asal cacing suka, cocok untuk tidur, makan bereproduksi dan ekskresi,
serta kalau bisa media hidupnya juga sebagai sumber makanan itu lebih
bagus. Harus lembab tapi tidak becek, suhu rendah, dan pH normal,
sedikit asam masih dalam toleransi.
Pemeliharaan
Beternak lumbricus sangatlah mudah, cukup sediakan tempatnya, kasih
media di dalamnya, kemudian taruh cacingnya, selesai! Apakah cukup
seperti itu? Ya, cukup, tapi itu secara globalnya dan semua peternakan
juga sama seperti itu, buat kandangnya, masukin ternaknya, udah tinggal
ngasih pakan. Di sini lumbricus punya kelebihan dibanding ternak yang
lain, yaitu : tidak berisik. Andaikan lapar, dia ga akan teriak, atau
andaikan teriak, ga akan terdengar oleh kita..hehe.
Secara penanganan memang ternak lumbri lebih sederhana. Yang perlu
diperhatikan adalah, dua jam pertama setelah lumbri ditempatkan pada
media baru, kalau lumbri tidak mau masuk (bahkan keluar dari media)
berarti media itu tidak cocok, harus di periksa kenapa tidak cocok,
apakah suhunya terlalu tinggi, kurang lembab atau ada penyebab lain.
Jika lumbri mau masuk ke dalam media berarti cocok, kalau cocok berarti
tinggal melanjutkan perjuangan memeliharanya, cukup jaga kelembaban,
suhu dan pemberian pakan yang berkualitas.
Kegunaan
Lumbricus, memiliki peran penting dalam berbagai sektor kehidupan
manusia. (kalau tidak berguna untuk manusia buat apa juga dikembangin...
Manfaat si lumbri diantaranya:
1. Sektor pertanian. Lumbri menghasilkan kotoran yang sangat bermanfaat
bagi tanaman. Kascing namanya, Bekas Cacing merupakan pupuk organik yang
sangat bagus untuk tanaman.
2. Sektor peternakan dan perikanan. banyak ternak yang suka lumbri.
burung, ayam, udang, ikan sidat dll. lumbri kaya enzim (protein),
sehingga sangat cocok untuk pakan ternak.
3. Sektor kecantikan. Si lumbri dimanfaatkan juga untuk kosmetik, semacam lipstik dan pelembab.
4. Sektor kesehatan. Sudah sejak lama, cacing bisa dimanfaatkan untuk
obat, diantaranya, tipes, demam, pegal linu, rematik, sakit kepala dan
lain-lain (bisa dibaca di produk obat dari cacing).
Nah itulah sekilas tentang si lumbri yang serba bisa. Semoga bermanfaat.
Mohon masukan, kritikan dan tambahan ilmu dari pembaca sekalian. Bagi
yang membutuhkan, kami siap mensuplai.
Terima Kasih
http://kampoengtani.com/article/81835/cacing-tanah-lumbricus-rubellus-serba-bisa.html

