Feature ( Sang Kawan Hujan Yang Mengamuk )

0

Tulisan Feature kali ini berjudul "Sang Kawan Hujan Yang Mengamuk", di tulis oleh ananda Almira Tsania Luthfiyyah dari SDIT ANAK SHOLEH PRAYA                                                  

  Sang Kawan Hujan Yang Mengamuk

BADAI

 

Jum’at 22 september 2017, hempasan angin puting beliung menerjang kawan tempat tinggal saya. Praya, Lombok Tengah NTB. Tepatnya di kawasan BTN Bonter Srigangga. Tak butuh waktu lama hempasan angin puting beliung yang begitu kencang menghancurkan kawasan tempat tinggal saya. Ia datang menyapa walau hanya beberapa waktu tapi berhasil menorehkan rasa takut dalam hati. Tak hanya rumah yang menjadi korban namun lahan pertanian pun juga porak poranda karenanya.

Peristiwa itu terjadi sekita pukul 08.30 pagi. Hujan lebat yang diiringi dengan hembusan angin kencang menyapa di sekitar lingkungan rumah saya. Kala itu masyarakat sedang melakukan aktivitas keseharian mereka. Selang beberapa waktu langit yang awalnya ceria tiba-tiba mulai murung dan suram. Ada perasaan dan firasat dalam hati kala itu menatap keadaan langit yang murung. Firasat itu memancing naluri masyarakat untuk segera berlindung dalam rumah masing masing.

Benar saja firasat itu.tak beberapa lama hujan mulai nmengguyur sekitar kawasan permukiman saya. Ternyata tak hanya hujan namun ia berkaan dengan angin putting beliung. Hanya sesaat puting beliung mengamuk namun dapat menghancurkan segalanya rumah, lahan pertanian dan  taman bermain. Semua hancur tanpa pandang bulu. Semua aktivitas terganggu karena peristiwa itu. Aku hanya bisa menyaksikan dari balik jendela rumah,bagaimana angin itu mengamuk perasaan takut.  Sembari aku berdo’a dalam hati “ya Allah SWT  lindungilah kami “. Sesaat setelah hujan mereda dan sang kawan hujan berlalu pergi meninggalkan sisa sisa amukannya.

Warga berhamburan keluar menyaksikan sisa-sisa amukan sang kawan hujan. Pemilik lahan pertanian hanya bisa tergumam menyaksikan sisa amukan sang kawan hujan. Panen kali ini gagal karenanya. Rasa iba dalam diri muncul ketika aku turut menyaksikannya. Semoga para petani dan para pemilik rumah yang menjadi korban di beri ketabahan dan kesabaran. Bencana ini menjadi pelajaran untukku terus memperbanyak sabar dan istigfar. Boleh jadi ini adalah bentuk pengingat untuk kita akan dosa-dosa yang pernah kita buat.

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)